AIR KEHIDUPAN, yang menunjuk kepada Firman Tuhan itu sendiri. Ke mana saja Air itu mengalir maka di sana akan ada Kehidupan.

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA KE "AEK HANGOLUAN"
SEMOGA MENDAPATKAN AIR KEHIDUPAN (AEK HANGOLUAN) YG MENYEGARKAN JIWA ANDA

Mengenai Saya

Foto saya
BOJONEGORO, JAWA TIMUR, Indonesia
Saya dilahirkan di desa ALAHAN, SIONOM HUDON JULU-KEC. PARLILITAN- HUMBANG HASUNDUTAN, SUMUT.Sebuah desa yang indah, yang dipagari oleh gunung yang kokoh serta dialiri sungai yang jernih.

Pengikut

LADANG PENGGEMBALAAN

LADANG PENGGEMBALAAN
BAPTISAN AIR 29 APRIL 2012

Cari Blog Ini

With My Sweet Heart

With My Sweet Heart

NATAL KAB. BOJONEGORO 2011

NATAL KAB. BOJONEGORO 2011
DUDUK BERSAMA BUPATI DAN KETUA FKUB

PELAYANANKU

PELAYANANKU
SAMBUTAN PADA NATAL KAB. BOJONEGORO 2011

BTemplates.com

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

BOLA LAMPU YANG TIDAK MENYALA





Setelah mengetahui lampu belakang sepeda motor saya tidak menyala maka saya bergegas untuk membetulkannya. Dibantu oleh keponakan saya yang jebolan STM jurusan otomotif tentu pekerjaan tersebut sangatlah sederhana sekali (seharusnya).

Setelah membuka beberapa baut dan sekrup ternyata kami belum bisa menjangkau bola lampu yang tidak menyala tersebut. Setelah berusaha sekian lama dan belum berhasil maka saya mengambil buku petunjuk pemakaian sepeda motor tersebut, yang tersimpan rapi di bagasi sepeda motor tersebut. Setelah membaca petunjuk cara mengganti bola lampu belakang dan memperhatikan gambarnya maka kami mulai memasang kembali  beberapa baut dan sekrup yang terlanjur dilepas, karena menurut buku petunjuk tersebut yang perlu dibuka hanya dua sekrup saja.

Ketika kami memasang kembali salah satu baut ke tempat semula tanpa sengaja baut tersebut jatuh dan terselip di tempat yang sukar dijangkau oleh tangan. Maka sekarang masalahnya menjadi bertambah selain mengganti lampu yang tidak menyala juga harus mengambil baut yang “bersembunyi” di bawah jok sepeda motor tersebut.

Setelah memodifikasi sebuah alat dan dibantu oleh penerangan dari lampu senter handphone maka kami mencoba untuk menarik baut tersebut. Saat kami mengarahkan lampu senter tersebut ke baut tersebut kami kaget ternyata ada kabel yang putus karena digigit tikus. 

Melihat hal tersebut maka kami sadar bahwa penyebab lampu belakang motor tersebut tidak menyala bukanlah karena bohlam yang putus tetapi ada kabel yang putus. Segera kami membuka beberapa bagian dari sepeda motor tersebut supaya kami bisa  menyambung kabel yang putus tersebut. Dengan kondisi seperti itu maka kami dengan gampang menjangkau baut yang “tersembunyi” tadi. Setelah kabel disambung maka lampu belakangnyapun langsung menyala.

Dari peristiwa tersebut saya belajar beberapa hal, yaitu:
1 1.  Kita sering melalaikan untuk membaca buku petunjuk kehidupan kita sehingga kita terbentur dengan banyak masalah. Alkitab adalah buku petunjuk yang komplit untuk mengatur perjalanan hidup kita. Yang juga  sering kita lakukan yaitu lebih percaya kata orang lain, pengalaman  orang lain daripada kata Alkitab sendiri, sehingga kita menganggap bahwa pengalaman orang lain itu menjadi doktrin yang harus kita ikuti.

Mazmur 119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Mazmur 119:130 Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

22.  Tuhan sering mengijinkan kita menghadapi masalah kecil agar kita dapat sadar dan menyelesaikan masalah besar yang selama ini tidak kita sadari.
Yeremia  29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
           
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah

Apakah saat ini kita merasa “lampu kehidupan” kita tidak menyala seperti yang kita harapkan? Apakah dalam kondisi tersebut kita mempersalahkan pihak lain?
Segeralah teliti kembali jangan-jangan ada “kabel” yang terputus sehingga kita tidak mempunyai hubungan lagi dengan sumber daya yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Sabtu, 06 Oktober 2012

IMAN YANG "SEDERHANA"



IMAN YANG SEDERHANA

Beberapa waktu yang lalu sekolah anak saya mengadakan study tour ke Jatim Park II  di Kota Batu. Sebenarnya  acara tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa kelas 5 dan kelas 6, tetapi karena masih ada kursi yang kosong maka pihak sekolah menawarkannya untuk saya  beli. Maka jadilah kami sekeluarga (Anak sulung saya sebagai peserta inti, saya, istri dan anak bungsu kami sebagai penggembira)  ikut rombongan study tour tersebut.

Rombongan berangkat sekitar pukul 05.00 wib yang tentu saja diawali dengan doa. Sekitar pukul 12.00 wib bis rombongan sudah masuk Kota Beji yang berarti tinggal beberapa menit lagi rombongan akan tiba di Jatim Park kota Batu. Namun saat itu saya melihat anak saya yang bungsu (umur 4 tahun waktu itu) mendadak berubah bersedih, kemudian saya bertanya: kenapa Ame kok kelihatan sedih padahal sebentar lagi kita sudah mau sampe lho?
“Ame sedih karena takut nanti ndak bisa main karena hujan,” katanya sambin menunjuk kaca bis yang mulai dibasahi oleh gerimis. Kemudian dia melanjutkan dengan berkata: ”kenapa ya kok Tuhan Yesus kasih hujan?”
Mendengar protesnya yang polos tersebut saya langsung berkata :”Ame minta saja sama Tuhan Yesus supaya  hujannya jangan diturunkan dulu.”
Dengan polos kemudian dia berkata :”Tuhan Yesus, Ame mau main di Jatim Park, hujannya jangan diturunkan dulu ya!”
Sementara saya melihat keluar ternyata bis sudah memasuki kota Batu, dan ajaibnya hujan gerimis yang tadi mulai turun ternyata sudah tidak kelihatan lagi. Lalu saya berkata :”Ame coba lihat keluar, Tuhan Yesus   sudah dengar permohonan Ame, sekarang hujannya tidak jadi turun.”
Lalu dia berkata :”Tuhan Yesus itu baik ya Pa.
“Ya memang Dia selalu baik,” jawab saya.

Jumat, 01 April 2011

LAMPU MERAH


Setelah sampai di rumah, Ame (putri saya yg saat itu baru berumur 3,5 tahun dan bersekolah di Play Group) langsung duduk di kursi dan menaruh kedua tangannya di atas meja sambil mengeluh. Hal ini tidak biasanya, karena biasanya setelah sampai di rumah dia akan lari dengan ceria.
Melihat hal yang "janggal" tersebut, Mamanya datang mendekat dan bertanya: "Ada apa sayang?", dengan muka cemberut Ame menjawab:"Saya sedang susah!" mendengar jawaban yang "luar biasa" tersebut, Mamanya langsung kaget dan bertanya lebih lanjut: Kenapa kok Ame susah?, dengan spontan Ame menjawab:"Papa tadi tidak berhenti waktu lampu merah sedang menyala".

Mulai dari peristiwa tersebut saya pasti berhenti kalau lampu pengatur lalu lintas menyala merah di tempat tersebut.
Catatan: di persimpangan jalan  tersebut memang tidak ada tulisan :belok kiri ikuti isyarat lampu", sehingga seringkali walaupun lampu berwarna merah sudah menyala kebanyakan pengemudi yang mau berbelok ke kiri masih tetap jalan.

Saudara, seringkali tanpa sadar kita sudah membuat "susah" hati anak-anak kita dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang "biasa".

Jumat, 18 Februari 2011

BIJI MATA TUHAN


Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Mazmur 17:8

Saat anak saya yang sulung (panggilannya Oi ) masih kecil, dia sangat suka duduk dipangkuan saya dengan cara berhadap-hadapan. Dia menjadi sangat senang ketika melihat bayangannya di dalam mata saya, maka dengan spontan dia akan berteriak: “Oi ada di matanya papa”. Saya melihat ekspresi wajahnya yang sangat senang dan merasa aman ketika dia melihat bayangannya di mata ayahnya.

Dari pengalaman sederhana tersebut saya menjadi lebih mengerti apa artinya menjadi biji mata Tuhan. Ketika kita yakin bahwa kita merupakan “biji mata Tuhan" itu berarti kita sedang duduk di pangkuan Tuhan dan memandang kepadaNya, dalam posisi seperti itu kita bisa merasakan kedamaian dan sukacita yang sangat kuat.

Adakah saat ini kita sedang merasakan pergumulan yang berat? Pandanglah kepada Bapa kita dan lihatlah bahwa ternyata mataNya tertuju kepada kita.